Boyolali Bakal Terapkan Gerakan Belajar Pukul 18.00 - 21.00


Untuk meingkatkan mutu pendidikan dan meminimalisisr kenakalan remaja yang kini marak terjadi di berbagai kota besar, Kabupaten Boyolali digadang gadang akan mulai menerapkan gerakan wajib belajar pukul 18.00 hingga 21.00 di wilayah Kecamatan Banyudono. 

Gerakan wajib belajar yang akan dimulai dari Sekolah SMAN 1 Banyudono ini telah disahkan oleh Mohammad Said Hidayat yang merupakan wakil Bupati dan Ketua DPRD S Paryanto serta pejabat dinas pendidikan setempat. 

Untuk mendukung gerakan ini agar dapat terwujud dengan lancar dan konduseif Wabu M Said Hidayat meminta agar para orang tua dan lingkungan setempat juga ikut serta untuk mengawasi jalannya gerakan belajar ini dan mengupayakan suasana yong kondusif untuk putra putri yang sedang melaksanakan belajar. 

"Kami berharap Banyudono menjadi daerah pencontohan untuk ditiru kecamatan lainnya di Boyolali," kata M Said Hidayat.

Tak hanya tugas dan tanggung jawab sekolah untuk mendidik siswa hingga memiliki kualitas yang baik. Orang tua dan lingkungan pun juga memiliki peran yang sangat penting. Orang tua sangat dianjurkan untuk mengarahkan anak - anaknya belajar sesuai dengan jam yang telah ditentukan. Dengan demikian diharapkan mutu pendidikan akan semakin meningkat dan kenakalan remaja pun dapat dihindari. 

"Kami banyak melihat anak-anak sekarang saat dirumah bermain banyak bermain handphone, nonton televisi atau nongkrong di jalan, sedangkan ujian nasional sudah dekat waktunya," katanya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Boyolali Bakal Terapkan Gerakan Belajar Pukul 18.00 - 21.00"

Posting Komentar