Persaingan Globalisasi, Presiden Jokowi Minta Tingkatkan SDM


Persaingan di era globalisasi yang makin ketat membuat potensi dari Sumber Daya Manusia (SDM) pun harus ditingkatkan. Sehubungan dengan hal ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menekankan agar investasi di sektor tersebut lebih ditingkatkan.

Presiden Jokowi meminta bidang SDM dapat ditingkatkan dengan melalui berbagai hal, contohnya pemberian beasiswa untuk perguruan tinggi, serta pemberian dana riset. Mengingat hal tersebut merupakan sebuah investasi yang cukup penting untuk kemajuan suatu negara di masa depan.

Lebih lanjut, di tahun 2020 mendatang dan berlangsung hingga tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan memperoleh banyak bonus demografi. Dimana kala itu, Indonesia jelas memiliki sumber daya manusia yang lebih produktif dan kreatif.

Untuk menyambut hadirnya bonus demografi, Pemerintah diharapkan mampu bekerja lebih keras agar mampu mengupayakan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Bahkan tidak hanya pendidikan dasar dan menengah, diharapkan Pemerintah juga mampu membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi mereka untuk menempuh jenjang yang lebih tinggi. Salah satu contohnya ialah dengan pemberikan beasiswa LPDP.

Selain itu, peningkatkan kualifikasi pendidikan tinggi di Indonesia juga nampaknya perlu disiapkan. Bahkan saat ini, kualifikasi pendidikan di Indonesia sendiri masih terkalahkan dari Malaysia. Pasalnya, Indonesia hanya mampu memperoleh 7,2 persen dari angkatan kerja, sedangkan Malaysia mampu mengantongi angka sekitar 20,3 persen.

Lebih lanjut, jumlah insinyur per satu juta penduduk di tanah air sendiri hanya memiliki 2.671, sedangkan negeri tetangga tersebut telah memiliki angka 3.333. Diantara kedua negara tersebut, Vietnam telah memiliki nilai 9.037, bahkan Korea Selatan sendiri jauh melejit di atas lainnya dengan perolehan 25.309.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Persaingan Globalisasi, Presiden Jokowi Minta Tingkatkan SDM"

Posting Komentar